Nursing


Thursday, 7 February 2013

Bertabahlah hati.

Today, 7 February 2013, I am very excited. 

First, because this morning, I got a very good news, which is, another addition in my big family members. Kak Ezri and Abg Min just got another baby girl. Alhamdulillah.

Second, because my Forensic exam today went well. Alhamdulillah.

BUT

This evening, aku dapat berita yang banyak membawa kedukaan dalam family aku. The eleven-th grandchildren of Tokdad and Nenek is not in a good condition, for now. Hrmmm.

To Kak Ezri and Abg Min, whatever happen, I hope you can bear with this. Insya Allah. I wrote those "My Strength" segment in my blog in purpose, because I know everyone needs a reminder. Even me, most of the times.



“Allah does not burden anyone, except with something within its capacity; beneficial for it is the virtue it earned, and harmful for it is the evil it earned.(Al-Baqarah, 2:286)”

"Verily, in the remembrance of Allah do hearts find rest."(Qur'an, 13:28)

"And the disbelievers planned, but Allah planned. And Allah is the best of planners."(Surah Al-Imran, 3:54)

"When you can’t have what you want, ask Allah for Jannah (Paradise), for it is there you will be able to have whatever you want."




And just when I browsed my fb timeline, i found this on ILoveAllaah's link. Allah is The Greatest. He knows, I (We), really, really need this kind of reading now. Subhanallah.


Dari Anas bin Malik, Nabi sallAllaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani).


Juga dari hadits Anas bin Malik, beliau sallAllaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).


Faedah dari dua hadits di atas:



1- Musibah yang berat (dari segi kualitas dan kuantitas) akan mendapat balasan pahala yang besar.



2- Tanda Allah cinta, Allah akan menguji hamba-Nya. Dan Allah yang lebih mengetahui keadaan hamba-Nya. Kata Lukman -seorang sholih- pada anaknya,


يا بني الذهب والفضة يختبران بالنار والمؤمن يختبر بالبلاء

“Wahai anakku, ketahuilah bahwa emas dan perak diuji keampuhannya dengan api sedangkan seorang mukmin diuji dengan ditimpakan musibah.”


3- Siapa yang ridho dengan ketetapan Allah, ia akan meraih ridho Allah dengan mendapat pahala yang besar.



4- Siapa yang tidak suka dengan ketetapan Allah, ia akan mendapat siksa yang pedih.



5- Cobaan dan musibah dinilai sebagai ujian bagi wali Allah yang beriman.



6- Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia dengan diberikan musibah yang ia tidak suka sehingga ia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa.



7- Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak. Ath Thibiy berkata, “Hamba yang tidak dikehendaki baik, maka kelak dosanya akan dibalas hingga ia datang di akhirat penuh dosa sehingga ia pun akan disiksa karenanya.” (Lihat Faidhul Qodir, 2: 583, Mirqotul Mafatih, 5: 287, Tuhfatul Ahwadzi, 7: 65)



8- Dalam Tuhfatul Ahwadzi disebutkan, “Hadits di atas adalah dorongan untuk bersikap sabar dalam menghadapi musibah setelah terjadi dan bukan maksudnya untuk meminta musibah datang karena ada larangan meminta semacam ini.”









Dear Allah, please give my sister and my brother the strength to go through this situation. Only You, that know all the things that happened, happen, and will happen in this life or even in the hereafter. Amiiin.







p/s : 
1. Kalau kita diuji, itu tandanya Allah sayang Allah sayang Allah sayang. Ingat tu. Allah sayang, Allah sayang, Allah sayang.
2. Bertahan la baby girl, Allah sayang awak dan Allah sayang Mama and Ayah awak juga. Allah uji sebab nak awak semua masuk syurga. :)





-adios-










No comments:

Post a Comment

thank you very muchooo!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...