Nursing


Sunday, 26 June 2011

Narcissism


English :
Narcissism is the personality trait of egotism, vanity, conceit, or simple selfishness. Applied to a social group, it is sometimes used to denote elitism or an indifference to the plight of others.
The term "narcissism" was introduced by Havelock Ellis (later developed further by Freud in On Narcissism) after Narcissus who in Greek myth was a pathologically self-absorbed young man who fell in love with his own reflection in a pool. Freud believed that some narcissism is an essential part of all of us from birth. Andrew P. Morrison claims that, in adults, a reasonable amount of healthy narcissism allows the individual's perception of his needs to be balanced in relation to others. In Spanish, especially in Spain, where psychoanalysis is not used in public health, the word "narcissism" has a different meaning, i.e., "overindulgence at considering one's faculties or acts". Thus, the term "healthy narcissism" is replaced by "healthy self-love".
Some experts believe a disproportionate number of pathological narcissists are at work in the most influential reaches of society such as medicine, finance and politics.

Indonesian/Malay :

Narsisisme (dari bahasa Inggris) atau narsisme (dari bahasa Belanda) adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist). Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitosYunani, Narkissos (versi bahasa Latin: Narcissus), yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.
Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir, bahkan Andrew Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Narsisisme memiliki sebuah peranan yang sehat dalam artian membiasakan seseorang untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya bahagia. Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis. Kelainan kepribadian atau bisa disebut juga penyimpangan kepribadian merupakan istilah umum untuk jenis penyakit mental seseorang, dimana pada kondisi tersebut cara berpikir, cara memahami situasi dan kemampuan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi normal. Kondisi itu membuat seseorang memiliki sifat yang menyebabkannya merasa dan berperilaku dengan cara-cara yang menyedihkan, membatasi kemampuannya untuk dapat berperan dalam suatu hubungan. Seseorang yang narsis biasanya memiliki rasa percaya diri yang sangat kuat, namun apabila narsisme yang dimilikinya sudah mengarah pada kelainan yang bersifat patologis, maka rasa percaya diri yang kuat tersebut dapat digolongkan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tidak sehat, karena hanya memandang dirinya lah yang paling hebat dari orang lain tanpa bisa menghargai orang lain.

Notes sendiri : 
Narsis yang bersifat berlebihan @ patologi termasuk dalam Gangguan Keperibadian (Personality Disorder). Oleh sebab itu, stop lah bergambar, berblog etc secara narsis yang berlebihan kerana itu bersifat patologis dan nanti tak pasal-pasal tumbuh bunga narsis sekali haaa. Sekian wassalam.




Credits to : Wikipedia ini dan ini.

-adios-


No comments:

Post a Comment

thank you very muchooo!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...